top of page
  • Writer's pictureMinda Utama Official

Wah, Ternyata Hari Ibu di Berbagai Negara Memiliki Waktu yang Berbeda, Loh!

Hari Ibu tidak hanya sekadar perayaan biasa. Dalam bagian ini, kita akan menjelajahi sejarah dan asal usul Hari Ibu. Dari ide awal hingga menjadi perayaan global, mari kita lihat bagaimana Hari Ibu menjadi momen penting untuk menghormati dan mengapresiasi peran ibu di seluruh dunia.

Mengupas Keunikan Hari Ibu: Jejak Sejarah yang Penuh Warna



Dalam pencarian keunikan dan keistimewaan Hari Ibu, mari kita merambah jauh ke dalam jejak sejarah yang dipenuhi warna. Dimulai dari zaman kuno hingga hari ini, perayaan ini terus bermetamorfosis, membawa cerita yang menggugah hati. Pada awalnya, konsep menghormati ibu memiliki akar dalam berbagai budaya dan agama, yang kemudian berkembang menjadi perayaan lintas budaya yang kita kenal saat ini.

Kisah pertama bermula dari peradaban kuno, di mana ibu dianggap sebagai sosok dewi yang melambangkan kehidupan dan kesuburan. Pemujaan terhadap peran ibu yang suci terus berkembang seiring perjalanan waktu, memasuki era Romawi kuno dengan perayaan Hilaria, yang menonjolkan kegembiraan dan kebahagiaan sebagai bentuk penghormatan terhadap ibu-ibu di seluruh penjuru kota.

Zaman terus berubah, dan perayaan kecil semacam itu berkembang menjadi budaya global. Jejak sejarah membawa kita pada abad ke-20, di mana perempuan bergerak untuk hak-hak perempuan dan pengakuan penuh terhadap peran ibu. Ide Hari Ibu sebagai perayaan resmi pun mulai muncul. Anna Jarvis, seorang aktivis sosial Amerika, memainkan peran kunci dalam memperkenalkan konsep perayaan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap ibunya yang sangat menginspirasi.


Hari Ibu Waktunya Berbeda di Tiap negara

Melangkah lebih jauh, kita akan membahas perkembangan yang menarik ketika Hari Ibu mulai diakui secara resmi. Proklamasi resmi Hari Ibu di berbagai negara menjadi tonggak bersejarah yang patut dicatat. Tanggal perayaan bervariasi di setiap negara, namun semangat untuk merayakan peran ibu bersatu di seluruh dunia.

Di Amerika Serikat, Presiden Woodrow Wilson resmi mengumumkan Hari Ibu sebagai hari libur nasional pada tahun 1914. Namun, keberhasilan perjuangan untuk mengakui Hari Ibu tidak berhenti di sana. Di berbagai belahan dunia, langkah-langkah serupa diambil untuk mengangkat martabat ibu dan mengakui kontribusinya yang tak ternilai.

Perkembangan ini mengubah Hari Ibu dari sapuan tinta yang ringan menjadi sorakan global yang menggetarkan. Masyarakat di seluruh dunia mulai bersatu dalam menghormati, mengapresiasi, dan merayakan peran ibu dengan cara yang unik dan khas masing-masing. Tidak hanya perayaan nasional, Hari Ibu menjadi momen kolaborasi internasional untuk merayakan kekuatan, kasih sayang, dan ketahanan yang dimiliki oleh ibu di seluruh dunia.


Hari Ibu di Indonesia

Di Indonesia, Hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Penetapan tanggal ini sebagai Hari Ibu memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan perjuangan kaum perempuan Indonesia pada masa lalu.

Hari Ibu di Indonesia merayakan peristiwa Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres tersebut menandai langkah awal pergerakan perempuan Indonesia untuk mendapatkan hak-hak politik dan sosial yang lebih besar. Di akhir kongres, para peserta mengeluarkan Sumpah Pemuda Perempuan, yang mengemukakan tekad untuk mencapai kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

Pada 22 Desember 1959, Presiden Soekarno menetapkan hari itu sebagai Hari Ibu melalui Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959. Penetapan ini secara resmi mengakui dan menghormati peran perempuan Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sebagai ibu dan anggota masyarakat yang aktif.

Sejak saat itu, setiap tahunnya, Hari Ibu di Indonesia dirayakan sebagai momen untuk menghargai peran dan kontribusi besar perempuan, terutama sebagai ibu, dalam membangun dan memajukan bangsa. Perayaan ini sering kali diisi dengan berbagai kegiatan seperti pemberian penghargaan kepada ibu-ibu berprestasi, acara keagamaan, serta kegiatan sosial dan budaya.


Hari Ibu Bukan Sekadar Perayaan

Setelah menelusuri sejarah yang panjang dan berliku, kita tiba pada inti dari makna sejati Hari Ibu. Jauh dari gemerlap pesta dan kado, perayaan ini membawa pesan mendalam tentang cinta, pengorbanan, dan ketahanan. Hari Ibu adalah momen penuh makna untuk merenungkan peran seorang ibu sebagai pilar keluarga yang kuat, pencipta kasih sayang tanpa batas, dan penuntun lembut di setiap langkah kehidupan.

Saat kita merayakan Hari Ibu setiap tahun, mari kita bukan hanya tenggelam dalam kemeriahan, tetapi juga mencari ke dalam untuk menemukan hikmah dan kedalaman makna di baliknya. Ini adalah panggilan universal untuk menghargai dan merayakan kebaikan yang telah diberikan oleh perempuan yang memberi kita hidup, cinta, dan kebahagiaan. Mari kita sambut Hari Ibu dengan penuh kasih sayang dan rasa syukur, membuat setiap momen menjadi berarti untuk semua ibu di dunia.



Mari bersama-sama melangkah ke dunia pendidikan yang membebaskan potensi Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Bergabunglah sekarang dan mari bersama-sama menciptakan masa depan yang Anda impikan!

PKBM Minda Utama tempatnya menggali potensi, menemukan keunggulan, dan meraih impian.





Comments


bottom of page