01 Jul
01Jul

Pada bulan Djulhijjah terdapat banyak ragam ibadah yang dapat dilaksanakan oleh umat muslim, salah satunya adalah dengan berkurban pada hari raya Idul Adha. Pemerintah telah menetapkan hari Idul Adha pada tanggal 10 Juli 2022. Untuk menyambutnya mari kita simak dan renungkan hikmah yang dapat dipetik dari sejarah kurban berikut ini!


Apa itu Kurban? 

Secara bahasa kurban berasal dari akar kata Qaraba yang berarti dekat, dalam hal ini kurban berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT. Adapun menurut istilah Kurban dapat diartikan sebagai penyembelihan hewan yang sesuai syarat yang berlaku yang mana penyembelihan tersebut dilaksanakan pada hari raya idul adha atau hari tasyrik yakni pada 3 hari setelah hari raya Idul Adha. 

Hukum melaksanakan ibadah kurban menurut mazhab Syafi'i adalah sunnah muakad yakni sangat ditekankan pengerjaannya, sementara itu pendapat mazhab Hanafi terkait ibadah Kurban ini lebih kuat yakni wajib bagi yang mampu dan berkecukupan. Landasan terkait pendapat dari Imam Hanafi ini karena melihat dari teladan Rasulullah SAW yang tak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak pertama kali diperintahkan hingga akhir hayatnya. kemudian ayat Al-Qur'an juga menegaskan pada surat Al Kautrsar ayat 2 yang artinya : "Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah" (QS. Al-Kautsar [108]: 2)

Terkait keutamaan ibadah kurban, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya,” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Sejarah Kurban dalam Kisah Nabi Ibrahim 

Ibadah kurban setiap  Idul Adha diawali dengan kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan untuk menyembelih anak kesayangannya Ismail.  Ismail adalah putra Nabi Ibrahim yang ditunggu-tunggu. Setiap malam, Ibrahim berdoa untuk kelahiran anak yang saleh.  

Ketika Ismail lahir, Allah memerintahkan Ibrahim untuk membawa putra dan istrinya, Kota Hajar, ke Palestina. Mereka menuruni gurun kering sampai mereka mencapai lembah terpencil, Lembah Bacca, kiblat hari ini. Setelah itu, Ibrahim meninggalkan Kota Hajar dan Ismail dengan membawa makanan dan minuman.  

Ketika Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail, dia penuh ketakutan dan kecemasan. Dalam perjalanan kembali ke Palestina, ia terus berdoa kepada Allah SWT.  "Ya Tuhan kami, saya telah mengambil beberapa dari keturunan saya ke lembah tanpa tanaman, bagi mereka untuk berdoa di dekat rumah bergengsi Anda, Tuhan kami. Doa Ibrahim sesuai dengan firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 37.
 Baik Siti Hajar dan Ismail mereka  tinggal  di gurun. Beberapa hari kemudian, Siti Hajar kehabisan makanan dan  susunya kering.  Ismail menjerit kehausan. Dalam kepanikan, SIti Hajar bolak-balik antara Bukit Shafa dan Malwa mencari air untuk putranya. Peristiwa ini sekarang dikenal sebagai Sai, salah satu rukun  haji Mekah. Ini dikatakan dilakukan tujuh kali antara Shafa dan Malwa.  

Hingga pada akhirnya Siti Hajar pun kelelalah, jadi dia kembali ke Ismail. Ismail kemudian menginjak kakinya dan  air jernih muncul. Hajar juga mengumpulkan air.  “Zam-Zam, zam-zam.. (berkumpul),” kata Siti Hajar. saat ini, mata air tersebut dikenal sebagai Sumur Zamzam.  Ismail minum air  dan tidak haus. 

 Ismail dibesarkan di Mekah, bersama dengan  Siti Hajar dan ayahnya, seringkali dari Palestina.  Sampai suatu hari, Ibrahim bermimpi diperintahkan untuk menyembelih anak kesayangannya.  “Anakku! Bahkan, aku bermimpi  menyembelihmu. Menurut surat As-Saffat 102, Ibrahim berkata kepada Ismail.  Tanpa ragu, Ismail pun Menjawab  "Ayahku, lakukan apa yang  (Allah) perintahkan padamu. Tuhan ingin kau menemukanku dalam keadaan sabar," 

Ibrahim dan Ismail pun melaksanakan perintah Allah tersebut. Sebelum penyembelihan, Ismail menyampaikan serangkaian permintaan kepada ayahnya.  Pertama, Ismail meminta untuk mengikatnya dengan tali agar dia tidak menggeliat. Kedua, mintalah untuk mengasah pisau  agar tidak melukainya.  

Kedua permintaan itu disengaja agar Ibrahim tidak sedih saat menyembelihnya.  Ismail juga meminta suvenir untuk ibunya, Sity Hajar, yang sangat menyukai pakaian yang dikenakannya saat itu.  Ibrahim juga mulai menyembelih Ismail, yang sedang menidurkan putranya. Tapi pisau tajam tidak bisa membunuh Ismail yang telah berserah diri.  

Allah kemudian menggantikan Ismail dengan seekor kambing.  "`Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.` Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar," firman Allah dalam surat As-Saffat 104-107. 

Begitulah kisah asal mula kurban hewan diperintahkan, atas dasar kerelaan nabi Ibrahim juga memang atas persetujuan Ismail juga yang pada akhirnya merelakan Anak kesayangannya yang bahkan susah sekali ia dapati untuk disembelih atas perintah Allah, Ujian yang diberikan pun pada akhirnya membuktikan betapa taatnya Nabi Ibrahim dan berserah dirinya Ismail menghantarkan ke dalam kedekatannya kepada Allah SWT. Hingga Allah pun pada akhirnya menggantikan Ismail menjadi Hewan kurban dan ibadah tersebut masih berlaku sampai saat ini. 

Hikmah dan Perenungan 

Ada berbagai Hikmah yang dapat kita renungkan dalam kisah Sejarah Kurban tadi, beberapa hikmahnya antara lain sebagai berikut :

  1. Taat Pada Perintah Allah                                                                                           Dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail, ada pelajaran tentang pengorbanan yang patut ditiru. Hikmah pengorbanan pertama tidak lain adalah seruan untuk selalu taat dan menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan seluruh umat manusia bahwa segala sesuatu yang diberikan oleh Allah adalah  titipan. Sebenarnya sangat berharga, tetapi tujuan akhirnya adalah cinta dan ketaatan kepada Allah.  Dari kisah Nabi Ibrahim, diketahui bahwa ia mampu lolos dari cobaan yang diberikan terhadap iman dan ketaatannya kepada Allah. Dimana Nabi Ibrahim dan putranya Ismail  mematuhi perintah Allah dengan itikad baik dan melakukannya, jika tidak diinginkan. Ternyata dengan ketulusan hati Allah selalu punya rencana baik bagi setiap hamba yang mengikutinya.
  2. Kemuliaan Manusia                                                            Hikmah kurban dari kisah Nabi Ibrahim  berkaitan dengan kemuliaan manusia. Dalam hal ini, seluruh umat Islam dihimbau untuk menghormati dan tidak meremehkan pengorbanan nyawa dan darah manusia. Dalam tradisi sosial lama, nyawa  manusia sering dikorbankan. Ini adalah tindakan yang dilarang oleh ajaran Islam dan harus dihindari.  Selain itu, Allah  menunjukkan kepada setiap hamba-Nya bahwa mereka saling mencintai. Karena Tuhan menciptakan semua makhluk hidup dalam kemuliaan. Oleh karena itu, membunuh dan menyakiti satu orang sama dengan membunuh dan menyakiti seluruh manusia. Untuk itu, setiap orang harus  menghormati hak orang lain dan hidup berdampingan.
  3. Hakikat Pengorbanan                                                                                                             Ajaran pengorbanan dari kisah nabi terakhir Ibrahim dan Ismail berkaitan dengan sifat pengorbanan. Sebagaimana diketahui, pengorbanan adalah sikap memberikan sebagian harta untuk dibagikan kepada orang lain.  Daging kurban  disembelih hanya sebagai simbol pentingnya kurban dalam arti yang seluas-luasnya. Semua Muslim harus dapat menyisihkan sebagian harta, tenaga, pikiran, waktu, dll untuk saling menolong dan membantu orang lain.

Nah itu tadi merupakan penjelasan lengkap terkait Kurban mulai dari definisi, sejarah, hingga hikmah yang dapat dipetik, semoga setelah membaca artikel ini dapat menambah kembali wawasan Anda dan mendapat banyak insight baru

 Baca juga : Savoy Homann Saksi Bisu Sejarah KAA

Yuk Cek artikel menarik lainnya di mindautama.com

Biaya untuk belajar kesetaraan Paket C di PKBM Minda Utama sangat ekonomis dan terjangkau hanya dengan membayar 100ribu rupiah untuk cicilan pertama Anda bisa langsung belajar di PKBM Minda Utama dengan waktu yang fleksibel maka dari itu jangan ragu dan segera daftarkan diri Anda. 

Comments
* The email will not be published on the website.