16 Jun
16Jun

Anda tentu senang saat tidak sengaja menemukan uang di jalanan, atau menemukan uang di kantong celana saat sedang mencuci baju. kira-kira kenapa sih kita bisa seneng pas nemu uang? apa sih yang membuat Uang begitu berharga samapi orang rela pergi kerja dari pagi sampai sore mengarahkan seluruh tenaganya hanya untuk mendapatkan uang.

yuk mengenal uang lebih dalam dengan membaca keseluruhan Artikel ini yaa


Bagaimana Awal Mula Terbentuk Uang? 

Untuk mengetahui awal mula uang bisa diterima oleh banyak orang? mari kita mundur dulu ke Zaman 6000 SM. Pada zaman tersebut orang belum mengenal istilah uang loh 

Lalu, bagaimana mereka melakukan transaksi? 

Pada Zaman dahulu mata pencaharain masyarakat kebanyakan adalah sebagai petani, pemburu dan pelaut. Untuk memenuhi berbagai kebutuhannya mereka melakukan transaksi dengan cara menukar barang satu dengan barang lainnya, yap hal tersebut biasa kita sebut dengan cara barter. 


Misal nih Petani kan punya beras nah dia butuh lauk untuk teman makan nasinya maka dia akan barter ke pemburu untuk mendapatkan daging dan barter ke pelaut jika memang ingin makan ikan, begitu pun tujuan dari pemburu dan pelaut yang barter adalah untuk mendapatkan beras agar bisa makan dengan nasi. 

Nah Syarat terjadinya tukar menukar ini adalah haruslah menemui kesepakatan antara kedua belah pihak atau disebut juga dengan Double Coincidence of wants. yap jadi dapat dikatakan pula bahwa barter tidak akan terjadi apabila tidak ditemukan kesepakatan antar dua pihak yang bersangkutan. 

Darisitulah manusia mulai mencoba menemukan alat yang bisa menjadi perantara transaksi yang dapat diterima oleh siapa pun 

barulah sekitrar 2000 SM Orang-orang mulai sadar dan mencari barang-barang apa yang dapat digunakan sebagai alat transaksi. 

Hingga pada akhirnya Sejarawan menemukan banyak jenis alat tukar yang berbeda mulai dari kerang, garam, kulit binatang dan lain sebagainya. namun hal tersebut tetap dirasa kurang efektif karena barang tersebut tidak tahan lama dan standardnya sulit ditentukan. Maka dari itu manusia masih terus mencoba mencari sesuatu apa yang bisa dijadikan sebagai alat transaksi. 


Pada tahun 1000 SM-400M, Manusia mulai menemukan teknologi untuk menambang dan mengolah logam. lalu orang-orang pun mulai menggunakan emas dan perak sebagai alat transaksi, alasannya karena perak dan emas ini tahan lama dan langka. Namun tetap saja   emas ini dirasa kurang efektif sebagai alat transaksi karena dirasa masih kesulitan jika harus membawa emas dan perak kemana-mana. 

Akhirnya, pada tahun 400 M - 1450 M Manusia mulai mnemukan cara lain dalam bertransaksi yakni dengan menyimpan emas dan perak ditempat aman yang sekaligus dijamin oleh pemerintah dan sebagai gantinya pemerintah memberikan surat kepemilikan (representative money). surat tersebutlah yang dijadikan alat transaksi pada masa tersebut. 

Namun, karena jumlah emas yang tidak bisa memenuhi jumlah transaksi maka yang terjadi hingga ujungnya emas juga tidak digunakan lagi sebagai alat transaksi. maka dari itu hadirlah bentuk uang yang beradar seperti sekarang dengan begitu nilainya pun dijamin oleh pemerintah dan dipercayai juga disepakati secara umum sebagai alat transaksi


Fungsi Uang 

Pada dasarnya fungsi Uang terbagi menjadi dua yang pertama ada Fungsi Utama dan yang selanjutnya adalah fungsi turunan 

Fungsi utama tentu saja sebagai alat tukar atau alat transaksi (medium of exchange) dan sebagai satuan hitung (measure of value

Adapun fungsi turunan adalah yang sebagai alat pembayaran selain barang dan jasa contohnya membayar pajak, pembayaran Utang, dan juga penimbun kekayaan.

Jenis Uang 

Tahukah Anda bahwa uang terdiri dari berbagai jenis, ada jenis uang yang berdasarkan nilainya ini terbagi lagi menjadi dua yakni ada Full Bodied Money yang mana hal tersebut mencerminkan bahwa nilai intrinsik dan nominal uang tersebut sama nominalnya misalnya emas dan perak, selanjutnya ada yang disebut Representatif money dan fiat money yakni ketika nilai intrinsik lebih kecil dibanding nilai nominalnya misalnya uang kertas.

Ada pula jenis uang berdasarkan lembaga yang menerbitkan terdiri dari uang kartal dan uang giral. uang kartal ini adalah uang yang diterbitkan langsung oleh Bank Indonesia dan dijamin oleh Undang-undang. Sedangkan uang Giral adalah uang yang dibuat oleh bank umum contohnya cek, giro, kartu ATM, M banking sampai dengan yang sedang ramai dipakai anak muda zaman sekarang yakni Gopay dan sejenisnya juga termasuk kedalam uang giral. 

Berdasarkan bahannya kita sudah tidak asing lagi yakni ada uang kertas yang terbuat dari kertas dan ada pula uang logam yang dapat terbuat dari emas maupun perak atau campuran yang sejenis lainnya. 

yang lebih kompleks ada jenis uang berdasarkan wilayah penggunanya 

  • Uang lokal adalah jenis uang yang cakupannya hanya satu negara saja, misalnya Rupiah yang hanya berlaku di Indonesia. 
  • Uang regional merupakan uang yang hanya berlaku di wilayah tertentu saja. Salah satu contoh uang regional adalah Euro yang berlaku di wilayah Uni Eropa, di mana negara-negara di Eropa bisa memilih menggunakan antara Euro ataupun mata uang negaranya sendiri. 
  • Uang Internasional adalah jenis uang yang berlaku secara internasional, contohnya Dollar Amerika. 

Syarat Uang 

Seperti yang kita ketahui, tidak semua benda dapat dijadikan sebagai uang. Pasalnya, suatu benda dapat dijadikan sebagai uang apabila telah memenuhi beberapa syarat. Lalu, apa saja sih, syaratnya?

  • Acceptability, yakni kegunaannya harus diterima oleh banyak orang.
  • Durability, artinya uang haruslah tahan lama dan tidak mudah rusak. 
  • Stability of value, artinya nilai uang harus stabil dalam waktu yang lama.
  • Portability & storable, berarti uang harus mudah disimpan dan mudah dibawa.
  • Divisibility, artinya uang harus bisa dibagi menjadi bagian kecil tetapi tidak mengurangi nilai. 
  • Uniformity, artinya uang yang beredar haruslah sama atau seragam. 
  • Scarcity, artinya hanya ada satu lembaga khusus yang menerbitkannya. 

Standar Uang 

Standar uang dibagi menjadi dua macam yaitu standar logam dan standar kertas. 

1. Standar Logam

  • Standar monometalisme berarti hanya menggunakan satu standar, contohnya hanya menggunakan standar emas atau menggunakan standar perak saja. 
  • Standar bimetalisme berarti menggunakan dua standar, yakni bisa menggunakan emas dan perak sekaligus. 

2. Standar Kertas 

Standar uang selanjutnya, ada yang namanya standar kertas. Di Indonesia sendiri, kita menggunakan standar kertas dan tidak menggunakan standar logam. 


Cukup sekian pembahasan terkait mengenal uang semoga setelah membaca Artikel ini Anda jadi lebih paham terkait sejarah uang dan dapat memahami berbagai jenis uang yang ada. 

Salam Semangat Belajar Sepanjang Hayat kawan!

baca Juga : Kenapa sih kita harus belajar ekonomi?

Yuk Cek artikel menarik lainnya di mindautama.com 

Biaya untuk belajar kesetaraan Paket C di PKBM Minda Utama sangat ekonomis dan terjangkau hanya dengan membayar 100ribu rupiah untuk cicilan pertama Anda bisa langsung belajar di PKBM Minda Utama dengan waktu yang fleksibel maka dari itu jangan ragu dan segera daftarkan diri anda. 


Sumber : 

Julianti, D. (2022). Jenis Uang, Pengertian, Fungsi, dan Teori Nilai Uang – Materi Ekonomi Kelas 10. 

Comments
* The email will not be published on the website.