03 Jun
03Jun

Semua orang tua  ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya. Di zaman modern ini, jenjang pendidikan bagi anak  dimulai pada usia dini atau PAUD. Banyak orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya ke  PAUD. Apa manfaat pendidikan anak usia dini bagi anak? Pada usia berapa seorang anak bisa mulai  PAUD? Mari kitacari jawabannya di sini.

Apa itu PAUD? 

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 (14) menyatakan  bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah kegiatan pendidikan  bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun, melalui pemberian insentif pendidikan. bahwa itu akan dilaksanakan. Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental mempersiapkan anak untuk pendidikan lebih lanjut. 

 Di sisi lain, Pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini mendahului pendidikan dasar, yang dapat melalui jalur formal, informal, dan/atau informal.  PAUD adalah jenjang pendidikan prasekolah. 

Ini merupakan upaya pembinaan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun, yang dilakukan melalui pemberian insentif pendidikan untuk mendorong pertumbuhan fisik dan mental serta mendukung perkembangan anak. Berpartisipasi aktif dalam pendidikan lanjutan yang dilakukan melalui jalur formal, informal dan informal.

Konsep Pembelajaran di PAUD

Pada dasarnya pendidikan anak usia dini meletakkan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi, motorik halus dan motorik kasar), kecerdasan (kemampuan berpikir, kreativitas, kecerdasan emosional, kecerdasan mental), dan aspek emosional. pada. Sikap, perilaku,  agama), bahasa, komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap perkembangan  anak usia dini.

Pendidikan Anak Usia Dini mencakup semua aspek  anak, termasuk minat terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak. Pembelajaran disusun sesuai dengan minat dan gaya belajar anak.  Organisasi pendidikan anak usia dini memiliki dua tujuan:  Tujuan utamanya adalah mendidik anak-anak yang berkualitas,  yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya, serta mengikuti pendidikan dasar dan dipersiapkan secara optimal untuk mempengaruhi kehidupan dewasanya

Tujuan selanjutnya adalah Membantu mempersiapkan anak-anak untuk persiapan belajar di sekolah Formal. setelah memahami apa itu PAUD dan gambaran konsep pembelajarannya lantas usia berapakah yang dianggap tepat untuk memasukan anak di lingkungan PAUD?


Sebenarnya Usia Ideal Masuk Lingkungan PAUD itu Berbeda Setiap Anak 

Rata-rata PAUD mulai menerima anak di bawah usia 2 tahun. Namun, ada juga yang sudah setuju menerima siswa berusia 18 bulan. Sekalipun sekolah menengah menetapkan standar ini, bukan berarti anak Anda  pasti akan betah dan dapat berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan PAUD ketika mereka mencapai usia ini.  

 Anda bisa saja fokus pada usia di mana anak Anda memasuki PAUD. Namun di luar itu, setiap anak memiliki kemampuan dan persiapan yang berbeda untuk mengikuti program PAUD. Tidak baik masuk PAUD terlalu dini karena anak usia dini membutuhkan stimulasi berupa permainan yang tidak terstruktur untuk mengembangkan kapasitasnya dalam pemahaman abstrak, imajinasi dan kreativitas. Juga tidak baik memperkenalkan anak terlalu dini dalam program yang terstruktur. 

Namun hal ini kembali lagi tergantung pada program yang ditawarkan oleh masing-masing PAUD. Rata-rata usia anak siap masuk PAUD adalah 3 tahun. Namun, beberapa anak mungkin lebih cepat dan yang lain mungkin lebih lambat.

Tanda-Tanda Anak Anda Siap Masuk PAUD

  1. Cara bicaranya dapat menjangkau orang lain yang berusia 3 tahun memiliki perbendaharaan kata yang beragam, kemudian mampu mengucapkannya dengan baik. Meski belum sempurna, cara bicara seorang anak seharusnya sudah dipahami oleh orang tua dan orang lain. Jika si kecil sudah bisa berbicara atau berbicara dan mudah dijangkau, maka ini pertanda si kecil sudah siap memasuki PAUD. Sedangkan jika anak mengalami gangguan atau keterlambatan bicara di usia 3 tahun, segera konsultasikan ke dokter anak. Dokter Anda mungkin merekomendasikan sejumlah terapi untuk mengaktifkan pidato Anda.
  2. Berani berinteraksi dengan orang lain Jika anak Anda dapat merangkai 34 kata dengan baik, coba perhatikan bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain. Apakah anak Anda mampu merespon ketika ditanya dan meminta bantuan orang lain? Jika bisa, berarti anak Anda sudah siap untuk PAUD. Melatih anak-anak agar mereka nantinya dapat berinteraksi dengan guru dan teman sebayanya. Misalnya, ajak anak Anda jalan-jalan di taman bermain, lalu biarkan dia bergaul dengan teman sebayanya. Ini dapat membantu mengembangkan keberanian, kepercayaan diri, dan toleransi anak Anda terhadap orang lain. 
  3. Bisa menggunakan toilet pribadi Lihat perkembangan bayi Anda, apakah dia bisa keluar dari popok dan pergi ke toilet sendiri? Jika iya, maka balita Anda dapat dikatakan sudah siap bersekolah. Anak perlu memiliki pengetahuan tentang cara merawat diri sendiri, termasuk memakai sepatu, menutup ritsleting celana, mencuci tangan, hingga makan sendiri. Dengan kemampuan ini, anak akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan dunia prasekolah. Anda dapat mengajari anak menggunakan toilet sendiri sedini mungkin. Namun jika belum bisa, ajarkan anak cara meminta bantuan pada gurunya saat ingin ke toilet.
  4.  Mampu mengikuti instruksi dengan baik Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan bagi orangtua sebelum memasukkan anaknya ke PAUD. Pasalnya selama di dunia prasekolah, anak akan mulai diajarkan beberapa hal baru yang membutuhkan fokus, misalnya menggambar, menulis, hingga merapikan mainan. Jika anak belum mampu mengikuti instruksi dengan baik, maka ia akan kesulitan mengikuti proses pembelajaran di PAUD. Coba latih fokus dan konsentrasi anak dengan halhal sederhana, misalnya memintanya menyiapkan piring di meja makan, memasukkan mainan ke dalam kotak, hingga merapikan tempat tidurnya. 
  5. Pergi ke sekolah sendiri tanpa pendamping Bisakah anak Anda tetap tenang dan nyaman saat bermain dengan teman-temannya, tanpa orang tua atau pendamping untuk sementara waktu? Jika sudah, maka bisa dikatakan balita sudah siap masuk PAUD. Ya, otonomi anak penting untuk mendukung pembelajaran di dunia prasekolah. Namun, jika anak Anda tidak dapat dipisahkan dari Anda meskipun mereka lebih tua (di atas 3 tahun), ini tidak berarti bahwa Anda harus menunggu sampai mereka siap untuk sekolah. Coba kenali lingkungan PAUD sedikit demi sedikit. Wajar saja jika pada awalnya anak akan menangis, rewel, atau khawatir ditinggal ibunya. Tapi lamakelamaan, anak akan terbiasa bermain dan belajar bersama temantemannya. Sebagai langkah awal, Anda dapat mengantar dan menunggu anak sampai ia pulang sekolah. Setelah itu kurangi durasinya, menjadi hanya 1 atau 2 jam saja sampai ia benar-benar bisa ditinggal sendiri di sekolah.

Dapat kita lihat apabila Anak Anda sudah memenuhi tanda-tanda yang menunjukan bahwa sudah siap masuk PAUD Mengapa tidak untuk segera mendaftarkannya ke lembaga penyedia PAUD yang Anda percayai.

Baca Juga : Cara Mendidik Anak Supaya Mendengar Perintah Anda

yuk baca artikel menarik lainnya di mindautama.com  

belajar untuk ujian persamaan Paket C di Minda Utama sangat ekonomis dan praktis yang mana kegiatan pembelajaran bisa dilakukan secara offline maupun online. biaya yang dikeluarkan pun cukup terjangkau hanya dengan membayar dulu 100k untuk cicilan pertama Anda bisa langsung belajar dengan para tutor kami yang profesional. maka dari itu jangan ragu untuk segera daftarkan diri Anda!

Comments
* The email will not be published on the website.