23 Nov
23Nov

Baru-baru ini Indonesia tengah berduka dengan adanya bencana gempa bumi di daerah Cianjur, bahkan sebelumnya ada Longsor di Sukabumi dan banjir bandang di Bogor. Bencana alam dapat terjadi secara tiba-tiba atau sebagai akibat dari beberapa prosesberlangsung lambat. Berbagai bencana seperti gempa bumi,hampir tidak mungkin untuk memprediksi dengan tepat kapan dan di mana itu akan terjadidan jumlah tenaga. Meski banyak bencana lain seperti banjir,Tanah longsor, kekeringan, letusan gunung berapi, tsunami dan anomali cuacamasih bisa diperkirakan. Masih bencanaselalu memberikan unsur kejutan dan menimbulkan banyak kerugian baik jiwa dan materi. Kejutan itu karena kurangnya kewaspadaandan kesiapsiagaan sebelum bahaya yang mengancam. 

Maka dari itu mari kita bekali diri dengan pengetahuan terkait mitigasi bencana, yuk simak artikel ini sampai akhir

Apa itu Mitigasi Bencana? 

Mitigasi bertujuan untuk mengurangi risiko bencana. Hal-hal terkait mitigasi juga diatur dalam UU 24 Tahun 2007. UU tersebut juga memuat definisi mitigasi.
Menurut UU 24 Tahun 2007, mitigasi adalah rangkaian upaya pengurangan risiko bencana melalui pembangunan fisik dan penyadaran serta peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencana.
Mitigasi adalah upaya dengan beberapa tujuan, yaitu identifikasi risiko, kesadaran risiko bencana, perencanaan penanggulangan, dll. Pengurangan risiko bencana dapat dikatakan sebagai segala upaya mulai dari pencegahan prabencana hingga pemulihan pascabencana.

Langkah-langkah Mitigasi 

Karena bencana alam merupakan risiko yang tidak dapat dihindari, penting untuk mengetahui langkah-langkah mitigasi untuk setidaknya mengurangi dampak bencana. Mitigasi adalah fase dari beberapa proses dan langkah untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
Berikut langkah mitigasi Langkah-langkah penanggulangan bencana:
1. Mitigasi adalah tahapan yang merupakan tahap awal penanggulangan bencana alam untuk mengurangi dan meminimalkan dampak bencana. Mitigasi merupakan langkah yang juga dilakukan sebelum bencana terjadi. Contoh kegiatan mereka antara lain pemetaan daerah rawan bencana, pembangunan gedung tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta penyuluhan dan penyadaran masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

2. Langkah mitigasi selanjutnya adalah perencanaan. Perencanaan dilakukan berdasarkan peristiwa dan potensi bencana lainnya. Tujuannya untuk meminimalisasi kerugian dan kerusakan pelayanan publik, yang meliputi upaya untuk mengurangi tingkat risiko, mengelola sumber daya masyarakat, dan mendidik warga di daerah rawan bencana.

3. Mitigasi tahap ketiga adalah respon yang ditujukan untuk meminimalkan kerusakan akibat bencana. Fase ini terjadi segera setelah bencana. Rencana penanggulangan bencana dilaksanakan dengan fokus membantu korban bencana dan memprediksi kerusakan akibat bencana. 

4. Pemulihan sama pentingnya dengan mitigasi. Langkah ini harus dilakukan pascabencana untuk mengembalikan keadaan masyarakat seperti semula.
Fase ini berfokus pada penyediaan tempat penampungan sementara bagi para korban dan pembangunan kembali sarana dan prasarana yang rusak. Selain itu, perlu juga untuk mengevaluasi 

langkah-langkah perlindungan sipil yang diterapkan. Berdasarkan jangka waktunya, tindakan perlindungan sipil dapat dibagi menjadi 4 kategori:
1. Kegiatan prabencana.
2. Tanggap Bencana.
3. Tindakan segera setelah bencana.
4. Kegiatan pascabencana, meliputi pemulihan, penyembuhan, perbaikan dan rehabilitasi. 

Contoh Mitigasi Bencana

- Mitigasi Bencana Tsunami
Pengurangan Bencana Tsunami adalah sistem yang mendeteksi tsunami dan mengeluarkan peringatan untuk menghindari korban. Ada dua jenis sistem peringatan tsunami, yaitu sistem peringatan tsunami internasional dan sistem peringatan tsunami regional.

- Bencana Vulkanik
Inisiatif untuk mengurangi kerusakan selama bencana vulkanik termasuk memantau aktivitas gunung berapi. Data pemantauan dikirim ke Dinas Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Bandung melalui link radio SSB.
Selain pemantauan, mitigasi bencana gunung api juga meliputi pemetaan untuk mengidentifikasi daerah rawan bencana gunung api. Dimungkinkan juga untuk menjelaskan sifat dan sifat bahaya, daerah rawan bencana, petunjuk evakuasi, titik evakuasi dan penanggulangan bencana vulkanik.
Bagian yang sama pentingnya dari mitigasi bencana vulkanik adalah aksesibilitas. Tujuan mitigasi adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko bencana yang terjadi di lereng gunung berapi.

- Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Tahapan mitigasi gempa juga dibagi menjadi tiga, yaitu tahap pra gempa, tahap saat gempa dan tahap pasca gempa.
Tindakan yang dapat dilakukan sebelum terjadi gempa bumi untuk mengurangi dampaknya adalah:
1. Membangun gedung sesuai dengan peraturan standar (tahan gempa)
2. Cari tahu lokasi gedung tempat Anda tinggal
3. Letakkan furnitur di tempat yang tepat
4. Siapkan perlengkapan seperti senter, P3K, makanan cepat saji, dll
5. Periksa konsumsi listrik dan gas
6. Tuliskan nomor telepon penting
7. Ketahui jalan keluarnya
8. Berpartisipasi dalam Pengurangan Bencana Gempa Bumi

Jika terjadi gempa bumi, lakukan hal berikut:
1. Tetap tenang
2. Hindari sesuatu yang cenderung runtuh, jika memungkinkan pergilah ke lapangan
3. Hati-hati di mana Anda berdiri, karena mungkin ada retakan di tanah
4. Keluar dari kendaraan dan keluar dari pantai.

Ikuti langkah-langkah ini setelah gempa bumi:
1. Cepat keluar dari gedung. Gunakan tangga biasa. Periksa lingkungan Anda. Jika seseorang terluka, cobalah pertolongan pertama.
2. Hindari bangunan yang dapat runtuh.


- mitigasi longsor
Dalam kaitannya dengan tanah longsor, mitigasi berarti upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak tanah longsor. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

1. Hindari daerah bencana untuk membangun pemukiman
2. Mengurangi kecuraman lereng
3. Teras dengan sistem drainase yang baik
4. Reboisasi dengan tanaman berakar dalam
5. Bangunlah bangunan dengan pondasi yang kuat
6. Menyegel celah di tanggul mencegah penetrasi air yang cepat
7. Relokasi (dalam beberapa kasus)

Demikian penjelasan mengenai mitigasi, mulai dari pengertian hingga langkah-langkah hingga contoh tindakan yang dapat mengurangi dampak dari suatu bencana.

Baca Juga: Sampai Kapan Kita Harus Belajar?


Yuk Cek artikel menarik lainnya di mindautama.com

Biaya untuk belajar kesetaraan Paket C di PKBM Minda Utama sangat ekonomis dan terjangkau hanya dengan membayar 100ribu rupiah untuk cicilan pertama Anda bisa langsung belajar di PKBM Minda Utama dengan waktu yang fleksibel maka dari itu jangan ragu dan segera daftarkan diri Anda.

Comments
* The email will not be published on the website.