ifan auchep banggakan negara dan PKBM MINDA UTAMA


im Nasional (Timnas) Indonesia yang akan berlaga di Homeless World Cup (HWC) 2019 sudah terbentuk sejak pertengahan Ramadan lalu. Para pemain pun sudah berlatih keras di bawah asuhan pelatih Albert Rudiana.


HWC sendiri adalah ajang street soccer alias sepakbola mini yang mempertemukan timnas berbagai negara. Para pemainnya adalah kaum marjinal, mulai dari mantan pecandu narkoba, orang dengan HIV/AIDS (ODHA), hingga warga miskin kota. Melalui ajang ini, para pemain diharapkan berubah menjadi sosok yang lebih baik dibalik cerita kelam kehidupan masing-masing.

HWC tahun ini akan diselenggarakan di Cardiff, Wales, pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2019. Total ada delapan pemain yang jadi bagian Timnas Indonesia, yaitu Isye Susilawati, Ifan Auchep, Dea Achmad Restuna, Hendra Firdiansyah, Nurdin Supriyadi, M Ramdan Danial, Yudhistira Adireksa, dan Riksfian Hakim Al-Qodar.

dari delapan pemain yang membela timnas indonesia di HWC cardiff,wales ada satu pemain yang membuat kami bangga karena berasal dari LEMBAGA PENDIDIKAN KAMI di PKBM MINDA UTAMA Namanya ifan auchep dia berasal dari lembaga pendidikan kami yaitu PAKET A pkbm minda utama.

Mereka adalah pemain terpilih dari hasil seleksi ketat sejak April hingga Mei 2019. Ada perbedaan seleksi untuk HWC tahun ini dibanding sebelum-sebelumnya. Pihak Rumah Cemara sebagai national organizing HWC di Indonesia menghapus kategori peserta dengan latar belakang warga miskin kota. 

Salah satu alasannya karena mudahnya membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM). Sehingga, banyak pemain profesional, semi profesional, bahkan pemain berteknik tinggi ikut dalam seleksi dengan mengandalkan SKTM agar masuk kategori warga miskin. Hal itu membuat calon peserta menjadi minder. Padahal, peserta yang minder itu secara kategori isu jauh lebih kuat dibanding mereka.

Untuk Timnas tahun ini, Rumah Cemara berusaha mengembalikan kembali marwah HWC sebagai ajang untuk perubahan bagi pesertanya. Sehingga, peserta yang terpilih adalah benar-benar mewakili berbagai isu, yaitu ODHA, mantan pecandu narkoba, bahkan LGBT.

"Tidak ada tagline atau misi khusus dalam HWC tahun ini. HWC tahun ini dikembalikan lagi ke awal sebagai salah satu media mengampanyekan Indonesia Tanpa Stigma, khususnya bagi ODHA dan pengguna napza. Bagaimana nanti masing-masing personelnya dapat memberikan pengaruh dan menjadi agen perubahan dalam mengikis stigma dan diskriminasi HIV/AIDS dan pengguna napza," kata Manajer Timnas Indonesia HWC 2019 Gina Afriani.

HWC tahun ini sendiri berlangsung lebih cepat. Jika tahun lalu pelaksanaannya dimundurkan ke November, tahun ini justru dimajukan ke Juli-Agustus. Hal itu membuat Rumah Cemara bekerja ekstra keras untuk proses seleksi dan berbagai persiapan untuk keberangkatan.

Praktis, masa persiapan menjadi sangat mepet. Sehingga, tim mau tidak mau berlatih sejak Ramadan lalu. Saat Ramadan, latihan digelar malam hari. Sedangkan setelah Idulfitri hingga kini, latihan rata-rata digelar pagi dan sore.

Hari ini misalnya, tim berlatih pagi di Lapangan Bawet, Kota Bandung. Semangat tinggi para pemain terlihat meski pelatih Albert Rudiana memberikan mereka porsi latihan cukup keras. Tapi, semua memaksakan diri mengikuti setiap program yang diberikan.

Albert sendiri mengakui tidak mudah melatih delapan pemainnya. Sebab, semua pemainnya rata-rata tidak bisa bermain sepakbola dengan benar. Sehingga, secara teknik, ia melatih mereka benar-benar dari nol.
"Mereka ini enggak paham main bola. Tapi luar biasanya mereka mau belajar, mau berlatih, sampai akhirnya mereka paham. Dari awal sampai sekarang progres mereka luar biasa," ungkap Albert.

Selain melatih teknik, Albert juga mencoba membangun kekompakkan dan kekeluargaan di antara pemain dan official tim. Hasilnya, mereka sudah mulai terlihat kompak. Satu sama lain bahkan sudah seperti saudara.

Latihan pun akan terus berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Berbagai program sudah disusun dengan harapan bisa berdampak positif untuk penampilan tim di Wales nanti. Rencananya, tim akan bertolak dari Bandung pada 24 Juli mendatang. 


sumber : berita baik dan pkbm minda utama